Jumat, 05 April 2013

TANAMAN BERKHASIAT OBAT DI SEKITAR KITA "SERI 1"








Bunga rosella kaya vitamin C & Beta-karoten. Dengan minum secara teratur dapat diperoleh dari keuntungan sebagai berikut:
- Menurunkan tekanan darah & kolesterol
- Menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes
- Menetralkan/mengeluarkan racun dalam tubuh (detoksifikasi)
- Mengurangi panas dalam & sembelit
- Menetralisir asupan makanan berlemak
- Menyeimbangkan berat badan & menghaluskan kulit
- Mengatasi gangguan asam urat
Teh Rosella juga baik dikonsumsi untuk anak-anak dan orang dewasa serta dapat dijadikan sebagai minuman keluarga.



2.      Galinsonga parvitiora


Obat peluruh air seni. Caranya ambil kira kira 150 gr daun bribil. Kukus lalu minumkan airnya pada penderita









3.      KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus)


  Daun Kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai menanggulangi berbagai penyakit, Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok, masuk angin dan sembelit. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu pengobatan radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, albuminuria, dan penyakit syphilis., reumatik dan menurunkan kadar glukosa darah. Selain bersifat diuretik, kumis kucing juga digunakan sebagai antibakteri(Sudarsono,1996).
Kandungan kumis kucing  sebagi efek diuretikum
Khasiat kumis kucing sudah dikenal sejak lama untuk mengatasi gangguan saluran kencing dan batu ginjal . Ginjal dan organ saluran kencing lainnya merupakan salah satu alat ekskresi, yaitu pembuangan sisa sisa metabolisme tubuh. Bila organ-organ tersebut terganggu maka proses pembuangan racun-racun dalam tubuh akan terganggu pula. Salah satu cara mengatasi yang salah satunya bersifat sebagai peluruh kencing (diuretikum ). Efek diuretikum tanaman obat juga penting untuk mengatasi keluhan penyakit batu salura kencing. Volume urine yang banyak cukup memebantu pembuanagn timbunan batu disaluran kencing (Barnes,1966).
Obat radang saluran kencing, infeksi ginjal, kandung kemih, kencing batu dan encok. Caea penggunaan bisa diseduh sebagai teh dalam kondisi kering maupun basah

4.      Meniran (Phylanthus niruri)





Sistematika Tumbuhan Meniran
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Phyllanthus
Spesies : Phyllanthus niruri Linn
Meniran (Phyllanthus niruri Linn.) adalah salah satu tumbuhan obat Indonesia yang telah lama digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan berbagai penyakit seperti diuretik, ekspektoran dan pelancar haid. Selain itu herba meniran juga digunakan untuk pengobatan sembab (bengkak), infeksi dan batu saluran kencing, kencing nanah, menambah nafsu makan, diare, radang usus, konjungtivitas, hepatitis, sakit kuning, rabun senja, sariawan, digigit anjing gila, rabun senja, dan rematik gout (Hutapea dan Syamsuhidayat, 1991). Herba meniran telah terbukti mempunyai berbagai efek farmakologis, antara lain sebagai hepatoprotektif (Munjrekar et al., 2008), antidiabetes (Nwanjo, 2007) dan antioksidan (Ahmeda et al. 2005). Berdasarkan hasil penelitian terhadap kandungan kimia herba meniran (Phyllanthus niruri L.), senyawa phyllanthin mempunyai efek menurunkan kadar asam urat tikus yang dibuat hiperurisemia dengan potassium oxonate (Murugaiyah dan Chan, 2006).
Penggunaan Untuk Obat :
a.      Sakit Kuning
Bahan utama terdiri dari 16 Tanaman Meniran (akar, Batang, daun) dan bahan tambahan yaitu 2 gelas air susu. Cara membuat: tanaman meniran dicuci lalu ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air susu sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus; dilakukan setiap hari.
b.  Malaria
Bahan utama terdiri dari 7 batang tanaman meniran lengkap dan bahan tambahan 5 Biji bunga cengkeh kering dan 1 potong kayu manis Cara membuat: seluruh bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari.
c.  Ayan
Bahan utama yaitu 17 – 21 batang tanaman meniran (akar, batang, daun dan bunga). Cara membuat: bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal ± 2,5 gelas. Cara menggunakan: disaring dan diminum 1 kali sehari sehari 3/4 gelas selama 3 hari berturut-turut
d.  Demam
Bahan utama: 3-7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga). Cara membuat: bahan dicuci bersih, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas. Cara menggunakan: disaring, kemudian diminum sekaligus.
e. Batuk
Bahan utama: 3 – 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun, dan bunga) dan Bahan tambahan madu secukupnya. Cara membuat: Bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 3 sendok makan air masak, hasilnya dicampur dengan 1 sendok makan madu sampai merata. Cara menggunakan: diminum sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari.
e. Disentri
Bahan Utama: 17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga). Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
f. Meniran Sebagai Immun Modulator : Meningkatkan Sistem Imun
Penelitian terbaru menyebutkan bahwa meniran memiliki aktivitas imunomodulator. Imunomodulator berperan membuat sistem imun lebih aktif dalam menjalankan fungsinya, menguatkan sistem imun tubuh (imunostimulator) atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan (imunosuppressan). Dengan demikian, kekebalan atau daya tahan tubuh dapat selalu optimal sehingga tetap sehat ketika diserang virus, bakteri, dan mikroba lainnya.

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar